Dini hari ini, aku masih belum bisa memejamkan kedua mataku.
Entah apa yg sedang aku pikirkan. Apakah ini menyangkut Yunita? Atau, adik
kelasku, Yovita? Tentang Yunita, aku sedikit shock ketika melihatnya di foto berdua dengan cowo lain. Bagaimana
tidak, aku yg pernah menjadi pacarnya saja selama hampir 7 bulan belum
kesampaian difoto berdua! JLEB!!! Jantungku serasa berhenti seketika, darahku
berhenti mengalir, dan akhirnya emosiku pun tidak terbendung lagi. Aku
menangis.
Untuk
apa aku menangisi seorang mantan yg pernah menyakitiku? Aku harus
melupakan dia! Aku masih bisa bahagia dengan Yovita, adik kelasku yg sangat aku
sayangi. Bahkan bisa dibilang aku rela menjadi Selir hatinya, hanya untuk
membuat dia selalu tersenyum dan bahagia. Aku tidak ingin melihat dia selalu
dipermainkan oleh cowoknya, yg aku rasa sudah tidak menyayangi Yov seperti
dulu.
Tapi sayangnya Yov terlalu sayang
terhadap pacarnya itu. Dia masih belum bisa melihat yg sebenarnya dari pacarnya
itu yg sudah tidak membutuhkannya lagi. Maka daripada itu aku ingin menyadarkan
dia, bahwa cowoknya sudah berubah, tidak tulus sayang lg ke Yov. Aku ingin dia
sadar, ada seseorang yg lebih tulus sayang padanya, yg slalu perhatian, dan
tidak pernah membuat dia kecewa. Seseorang itu sebenarnya dekat sekali dengan
Yov. Seseorang itu adalah dia yg sedang mengetik Document ini. Ya, seseorang
itu adalah... AKU....
Siapa yg selalu
memperhatikan kesehatan kamu?
Siapa yg selalu menjadi
pendengar setia akan semua masalahmu?
Siapa yg selalu ada untuk
kamu ketika kamu butuh, sekalipun kamu sedang tidak membutuhkan?
“Seseorang itu adalah Aku, kak el... Itu adalah kaka, Yov....”



- Follow Me on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact