Monday, January 28, 2013

January 28th, 2013


       
         Dini hari ini, aku masih belum bisa memejamkan kedua mataku. Entah apa yg sedang aku pikirkan. Apakah ini menyangkut Yunita? Atau, adik kelasku, Yovita? Tentang Yunita, aku sedikit shock ketika melihatnya di foto berdua dengan cowo lain. Bagaimana tidak, aku yg pernah menjadi pacarnya saja selama hampir 7 bulan belum kesampaian difoto berdua! JLEB!!!  Jantungku serasa berhenti seketika, darahku berhenti mengalir, dan akhirnya emosiku pun tidak terbendung lagi. Aku menangis.

Untuk apa aku menangisi seorang mantan yg pernah menyakitiku? Aku harus melupakan dia! Aku masih bisa bahagia dengan Yovita, adik kelasku yg sangat aku sayangi. Bahkan bisa dibilang aku rela menjadi Selir  hatinya, hanya untuk membuat dia selalu tersenyum dan bahagia. Aku tidak ingin melihat dia selalu dipermainkan oleh cowoknya, yg aku rasa sudah tidak menyayangi Yov seperti dulu.

Tapi sayangnya Yov terlalu sayang terhadap pacarnya itu. Dia masih belum bisa melihat yg sebenarnya dari pacarnya itu yg sudah tidak membutuhkannya lagi. Maka daripada itu aku ingin menyadarkan dia, bahwa cowoknya sudah berubah, tidak tulus sayang lg ke Yov. Aku ingin dia sadar, ada seseorang yg lebih tulus sayang padanya, yg slalu perhatian, dan tidak pernah membuat dia kecewa. Seseorang itu sebenarnya dekat sekali dengan Yov. Seseorang itu adalah dia yg sedang mengetik Document ini. Ya, seseorang itu adalah... AKU....

Siapa yg selalu memperhatikan kesehatan kamu?
Siapa yg selalu menjadi pendengar setia akan semua masalahmu?
Siapa yg selalu ada untuk kamu ketika kamu butuh, sekalipun kamu sedang tidak membutuhkan?

“Seseorang itu adalah Aku, kak el... Itu adalah kaka, Yov....”
Monday, January 21, 2013

His name is "Roland" January 21 th, 2012


              Ya, dia bernama Roland, pacar dari seorang Yovita. Dia yg diceritakan selalu menyakiti perasaannya, selalu membuat sedihnya, selalu membuat jatuh air matanya. Dia dengan tiba – tiba ada di depan sekolahku saat jam pulang, dengan  memakai Matic Beat hitam, dan jaket Prakerin (PKL) SMKN 1 PWK. Yovita dengan cepat menghampirinya, dan mereka pun pergi dari hadapanku begitu saja. Cemburu? Mungkin, karena jantungku saat itu seakan – akan berhenti sesaat, dan tiba – tiba saja dadaku seperti ditekan beban yg sangat berat hingga aku sulit bernafas. Dan temanku yg tau akan keadaanku saat itu 
langsung mengalihkan perhatianku. Namun tetap saja tidak berhasil.
          
           Bahkan sampai dini hari ini, rasa sesak itu masih terasa sangat nyata. Aku tidak bisa berbuat apa – apa untuk menyatakan perasaan yg sebenarnya. Aku menyayangi Yovita. Aku ingin dia bahagia karna aku menyayanginya. Aku ingin dia bisa bahagia bersama pasangannya, karna dia sangat menyayanginya, sekalipun Roland menurutku tidak sepenuhnya menyayangi dia setulus hati. Tapi tidak! Itu bisa saja membuatnya selalu tersakiti. Lalu aku harus bagaimana? Ya! Membuat perhitungan dengan Roland!

             Tanda aneh pun akhirnya kembali muncul. Ya, setiap kali aku mendengar kata “Yovita”, seluruh badanku seperti mendadak panas. Jantungku berdetak lebih cepat, namun saat ini ditambah dengan dadaku yg terasa semakin pengap. 
Monday, January 14, 2013

Complicated! Jan 14th 2013

Akhirnya netbook ini menjadi curahan hatiku lagi atas apa yg t’lah aku alami akhir – akhir ini. Ya walaupun aku sudah mengenal Yovita, adik kelasku yg sangat dekat denganku. Bahkan terlihat seperti ada hubungan serius diantara kami. Padahal aku hanya menganggap dia adik ku sendiri, dan begitupun dia. Soal Yunita, aku sudah terlalu rapuh untuk selalu bertahan, bertahan dari harapan yg besar darinya. Aku hanya kecewa, karna hubunganku dengannya yg pernah terjalin sama sekali tidak membekas di hatinya. Justru yg ada dia masih mengharapkan cintanya yg pernah terjalin bersama orang lain sebelum aku. Sakit, kecewa, sedih, kesal, bercampur menjadi satu perasaan yg sampai saat ini belum bisa aku jelaskan. Sebenarnya aku bisa untuk melupakan apa yg telah dia lakukan terhadapku. Dengan bantuan Yovita, aku bisa melupakan semuanya.

Dan kami pun sering terlihat bersama, menghabiskan waktu bersamanya. Jujur saja itu aku anggap sebagai obat penawar dari kekecewaanku yg sangat dalam, dan dia berhasil menyembuhkanku. Perlahan – lahan perasaan “Suka”  timbul padanya. Aku tidak tau apakah dia juga menyukaiku atau tidak, karena status dia saat ini adalah pacar orang lain. Tentu saja aku tidak ingin mengganggu hubungan adik yg sangat aku sayangi ini, namun seolah – olah membuatku ingin mendapatkannya.

Coment? Boleh... :D

 
;