Ya,
dia bernama Roland, pacar dari seorang Yovita. Dia yg diceritakan selalu
menyakiti perasaannya, selalu membuat sedihnya, selalu membuat jatuh air
matanya. Dia dengan tiba – tiba ada di depan sekolahku saat jam pulang, dengan memakai Matic Beat hitam, dan jaket Prakerin
(PKL) SMKN 1 PWK. Yovita dengan cepat menghampirinya, dan mereka pun pergi dari
hadapanku begitu saja. Cemburu? Mungkin, karena jantungku saat itu seakan –
akan berhenti sesaat, dan tiba – tiba saja dadaku seperti ditekan beban yg
sangat berat hingga aku sulit bernafas. Dan temanku yg tau akan keadaanku saat
itu
langsung mengalihkan perhatianku. Namun tetap saja tidak berhasil.
Bahkan
sampai dini hari ini, rasa sesak itu masih terasa sangat nyata. Aku tidak bisa
berbuat apa – apa untuk menyatakan perasaan yg sebenarnya. Aku menyayangi
Yovita. Aku ingin dia bahagia karna aku menyayanginya. Aku ingin dia bisa
bahagia bersama pasangannya, karna dia sangat menyayanginya, sekalipun Roland
menurutku tidak sepenuhnya menyayangi dia setulus hati. Tapi tidak! Itu bisa
saja membuatnya selalu tersakiti. Lalu aku harus bagaimana? Ya! Membuat
perhitungan dengan Roland!
Tanda
aneh pun akhirnya kembali muncul. Ya, setiap kali aku mendengar kata “Yovita”,
seluruh badanku seperti mendadak panas. Jantungku berdetak lebih cepat, namun
saat ini ditambah dengan dadaku yg terasa semakin pengap.


